Marissa & Alfa

Our Story

We both from the same university, but yet we met when we nearly graduate!
It is sure a secret from Allah on how two people met and then share the rest of their lives together..

Marissa's side

Marissa's side

We first met at SIAWARE, a self insight training awareness held by IAI-ITB. I didn’t really notice him by then, or even spoke to him. But with time goes by, the condition makes us meet often. I started noticing that he’s kind of cute *blush* but never thought he’ll fall for me (I have such low esteem back then!! :O)

We started to hang out with my other friends, in a group of course. Than we've get closer and he became one of my best friend. The one I trust, I could turn to no matter what...

Not for long I realized that he became so important to me, more than a friend..
A soul mate, who understands me and accept me for who I am..
Fortunately he also feels the same, we became a couple, but only until few months later I leave him to pursue my dream to Singapore

Long distance relationships was soo hard..
I always want to go back and meet him..everything was soo difficult.
But at 2nd of March 2007,at my 24th birthday, he come to Singapore to meet me, and proposed..
Everything’s seem so clear since then ..

Alfa's side

11 Agustus 2005, hari pertama SIAWARE 7 dimana aku melihatnya pertama kali. Seorang teman bertanya, "kalo diminta menyebutkan 3 wanita peserta siaware, siapa yg km sebutin? dan knapa.."

"si ini, karena ini,
si itu, karena itu,
Marissa, karena lucu. Tapi kalo disuruh memilih dari ketiganya, aku milih Marissa aja". Padahal aku belum pernah sekalipun berbincang dengan orang yang kupilih itu.

Rahasia indah Allah tentang jodoh mulai terungkap ketika aku bertekad mengenal dia dan keluarganya. Yang aku temukan adalah: "Marissa lah orangnya". Kami jadi semakin dekat. Tak pacaran, tapi dekat. Tak pernah jadian, tapi pacaran.

Sampai akhirnya dia pergi menjauh untuk kerja. Semakin terasa bahwa kami harus selalu dekat. Maka kulamarlah dia. Kusinkronkan rencana hidupku untuk mendekat dengannya.

Sekarang...
..kami mendekat, meskipun 25 tahun lalu kami dilahirkan di tempat yang berbeda..
..kami makin dekat, meskipun belasan tahun lalu kami bermain dengan dunia kami sendiri..
..kami telah dekat, meskipun ketika belum saling mengenal, kami saling merindu tanpa tahu siapa yang kami rindu..
..kami akan tinggal bersama setelah menikah, padahal sebelum 3 tahun lalu tak terpikir sedikitpun akan hal ini..
..kami berdoa dengan doa yang sama, mengharap ridhoNya akan pernikahan kami, menjadikan keluarga yang akan kami bentuk menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah...